Set your (destination) location, for better site experience. Use My Current Location
Baking Some Results...
Goorme is a smart online application for food lovers, which is able to recommend you new food to try that matches your Taste Profile.
Selama ini kita selalu mendengar bahwa berbuka sebaiknya dengan yang manis-manis, tapi ternyata di Sumatra Utara, umat Muslim berbuka dengan bubur pedas. Tradisi makan bubur pedas untuk berbuka puasa ini ternyata sudah dilaksanakan turun temurun, mengikuti tradisi Kesultanan Deli. Memasak bubur khas Melayu ini pun tidak bisa dilakukan sembarangan, selain membutuhkan waktu memasak yang lama, butuh keahlian dan juru masak khusus untuk membuatnya.

Di beberapa Masjid di Sumatra Selatan, bubur ini dibagi-bagikan gratis kepada umat yang datang untuk berbuka bersama di masjid. Malah, ada banyak yang sengaja datang hanya untuk menikmati bubur pedas untuk berbuka ini, lho! Misalnya di Masjid Raya Al-Maksum, Medan, Sumatra Utara, juru masak harus menggunakan 20 kilo beras lebih setiap harinya untuk membuat 1000 porsi bubur untuk dibagikan.
Tidak hanya di Medan, namun juga di Langkat ada kebiasaan untuk membagikan bubur pedas untuk berbuka di Masjid. Bedanya, bubur pedas di Langkat dibuat dari beras yang sudah lebih dahulu diolah dengan menggunakan kunyit, jahe, pisang ubi dan wortel serta beragam rempah dan larutan santan.
Akan tetapi, sekarang tidak mudah mendapatkan bubur pedas ala Kesultanan Deli. Hal itu disebabkan karena sangat sulit menemukan bumbu lengkap sesuai dengan resep asli bubur pedas ala Sultan. Masyarakat kini lebih sering menyebutnya dengan Bubur Sup. Hmm...
Bagaimana ya rasanya berbuka dengan yang pedas?
Baking Some Results...