Set your (destination) location, for better site experience. Use My Current Location
Baking Some Results...
Goorme is a smart online application for food lovers, which is able to recommend you new food to try that matches your Taste Profile.
Peninggalan Belanda di Indonesia tidak hanya sebatas bangunan kunonya yang antik lho, tapi juga di bidang kuliner. Di artikel saya sebelumnya berjudul “Kuliner Indonesia: Paduan Lidah Belanda, China, Arab, India” disebut bahwa sesungguhnya aneka masakan Indonesia dipengaruhi oleh bangsa-bangsa asing. Sebagai “kumpeni” alias bangsa yang pernah menjajah kita dalam kurun waktu lama, sudah pasti Belanda meninggalkan banyak pengaruh di bidang santap menyantap. Tentu saja, yang namanya makanan tak bisa dipisahkan dari keseharian manusia.
Makanan apa saja ya yang sesungguhnya diboyong oleh “kumpeni Belanda” ke Indonesia?
Salah satunya adalah perkedel. Zaman sekarang perkedel sudah dikenal semua kalangan. Bahkan di warteg alias Warung Tegal pun, lauk bentuk bulat terbuat dari kentang ini menjadi salah satu menu wajib. Di rumah pun sering dihidangkan. Siapa kira perkedel ini diperkenalkan oleh bangsa Belanda sejak era penjajahan dulu. Nama aslinya “frecadel”, berubah menjadi perkedel atau ada yang menyebutnya berkedel, sebab lebih mudah diucapkan oleh lidah kita.
Biasa disajikan bersama perkedel adalah sup. Apa betul sup itu santapan asli Indonesia? Tidak lho. Seperti kita tahu, sup adalah hidangan berkuah yang lezat jika disajikan saat panas atau hangat. Dari sini saja sudah jelas bahwa guna sup adalah untuk menghangatkan tubuh. Bangsa Belanda lah yang membawa kebiasaan santap sup ini ke Indonesia, sebab memang negeri asalnya beriklim dingin. Tapi dasar Belanda, sudah terbiasa menyeruput sup di “kampungnya”, saat menjajah di Indonesia pun mereka tetap butuh sup. Maka disuruhlah juru masaknya di sini untuk menghidangkan sup juga. Kelamaan sup dikenal juga oleh bangsa kita dan membudaya sampai hari ini. Memang bukan orang Belanda asli pastinya si penemu sup, melainkan bangsa Eropa kebanyakan yang memang membuat sup demi menghangatkan diri dari udara dingin di musim salju. Tapi enak juga kok ya menyeruput sup di negeri tropis seperti Indonesia.
Makanan lain yang diperkenalkan kaum kumpeni lain adalah bistik, yang nama aslinya adalah biefstuk. Biasa disajikan dengan kentang, sayur-sayuran, dan wortel. Orang Belanda seperti kebanyakan orang Eropa lain, biasa mekannya begitu saja sebagai makanan utama. Tapi begitu hadir di kalangan bangsa kita,bistik dimakan sebagai lauk untuk makan nasi.
Kalau jajanan yang tak asing adalah risol. Bernama asli risoles, teman minum the atau kopi ini memang sering rancu dengan lumpia. Jika lumpia berasal dari China, maka risol diperkenalkan oleh kumpeni Belanda. Risol ini berisi ragu yang merupakan khas Belanda. Jika mereka suka menyantapnya begitu saja, kita di Indonesia lebih senang kalau ditemani cabai rawit atau sambal.
Itu semua hanya sebagian saja dari banyak makanan kita yang terpengaruh oleh Belanda, dibawa mereka saat menjajah negeri kita dulu. Masih ada beberapa jenis makanan lain yang kalau kita urai asal usulnya ternyata bukan asli Indonesia. Bahkan ada juga makanan yang khas Indonesia tapi justru diadopsi oleh bangsa Belanda, dan masih terus disukai sampai saat ini. Apakah itu? Akan saya bahas di artikel berikutnya.
Please share what you know about this item. One short paragraph would be fine
Baking Some Results...