Set your (destination) location, for better site experience. Use My Current Location
Baking Some Results...
Goorme is a smart online application for food lovers, which is able to recommend you new food to try that matches your Taste Profile.

Siapa yang tidak kenal mie? Nyaris semua orang Indonesia menyantapnya. Hampir di setiap rumah tersedia stok mie instan, buat jaga-jaga siapa tahu mendadak lapar, padahal makanan sudah tandas.
Setiap malam akrab di telinga suara abang tukang mie keliling. Dari warung dekat rumah, pasar, pinggir jalan, sampai mall elit, ada saja yang berjualan mie. Mulai dari varian mie ayam, mie goreng, mie rebus, sampai yang dikombinasikan dengan sayuran seperti cwi mie.
Wow, gimana ceritanya ya jenis makanan yang berasal dari zaman Dinasti Han yang eksis sejak 2214 tahun lampau ini bisa sangat merakyat di Indonesia?
Pada artikel sebelumnya, “Sentuhan Oriental di Kuliner Nusantara”, saya singgung tentang bagaimana leluhur orang Tionghoa-Indonesia berimigrasi secara bergelombang sejak ribuan tahun yang lalu melalui kegiatan perniagaan. Bakmi alias mie merupakan salah satu makanan yang mereka bawa, dan kemudian “menular” ke bangsa kita. Terjadinya kawin campur dengan pribumi, melahirkan kebiasaan santap mie mudah tersebar dan merakyat ke seantero Nusantara.
Ya, bernama asli “bakmi”, konon “bak” artinya daging babi. Maka untuk membedakan mana mie yang halal dan tidak kalal adalah dengan menyingkatnya menjadi “mie” saja. Tapi tetap saja masih banyak yang menyebutnya “bakmi” walau sudah tidak mengandung daging babi. Ini hanya masalah kebiasaan saja.
Mie yang kita kenal di Indonesia tentu saja racikan bumbunya sudah disesuaikan dengan selera orang kita. Lebih spicy, berasa asin atau manis, tergantung daerahnya. Ada yang namanya bakmi Jawa, yaitu bakmi yang diolah khas oleh restoran yang dikelola orang Jawa. Biasanya rasanya lebih manis ketimbang mie dari daerah lain. Lalu ada mie Aceh, yang citarasanya sudah “terkontaminasi” lidah Timur Tengah dan India, yaitu pedas dan ada aroma karinya.
Jenis mie yang paling umum terbuat dari tepung terigu, kita kenal dengan sebutan mie kuning. Ada lagi teman mie, yaitu kwetiau. Kalau ini bentuknya lebih lebar dan tipis dari mie, terbuat dari beras.

Kwetiauw Seafood Agogo by JenzCorner
Mie tidak hanya menaklukan Nusantara, lho. Nyaris seantero dunia mengenal mie. Bahkan konon makanan Italia seperti spageti dan fetucini juga diilhami dari mie dari China. Benua Amerika, Eropa, hingga Australia dan Afrika juga ikut “ditaklukan” mie, terbukti dengan keberadaan restoran China yang selalu menawarkan mie sebagai menu andalan. Belum lagi kehadiran mie instan, mulai dari yang direbus hingga yang cukup dituang air panas. Kepraktisan itu membuat mie makin disuka. Bahkan di sejumlah pedesaan di Indonesia, mie instan menjadi lauk teman makan nasi.
Mie hanya satu di antara banyak makanan kita yang berasal dari China. Masih banyak lagi jenis makanan lain yang sudah lekat dengan lidah kita yang berasal dari negeri tersebut. Sabar ya, akan saya bahas di artikel selanjutnya.
laparr....
makanan kesukaanku nich
love it..
eeee kalo saya makan mie kok rasanya lebi cepet laper ya.. ? ohohoho. perut karet nih T_T
Pernah ada list favorite restorant bakmi tu baru-baru saja. siapa tau abis baca jadi kepingin.
http://goorme.com/article/warung-bakmi-favorit-di-jakarta
Ga ada nasi, mie pun jadi dan rasa kenyangnya sama :) kalo roti kan orang indo ada yang ngomong kenyangnya ga sama
Baking Some Results...