Set Location

Set your (destination) location, for better site experience. Use My Current Location

Popular Locations
Random Submit
[Set Your Location] / Home / Articles / Rayakan Dengan Tumpeng!
Goorme is Location-Friendly! You may change your location and the results will be adjusted. It's helpful for travelers, or in planning your next culinary trip.
Baking Some Results... (Please be patient!)

Create Your Taste Profile and Get Personal Culinary Recommendations!

Goorme is a smart online application for food lovers, which is able to recommend you new food to try that matches your Taste Profile.

Please rate...
Please rate...

Rayakan Dengan Tumpeng!

Nasi tumpeng dengan aneka lauk dan hiasannya yang cantik sering ditemui dalam berbagai perayaan di Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Nasi yang dibentuk kerucut ini biasanya adalah nasi kuning. Namun, bisa juga menggunakan nasi putih biasa atau nasi uduk.

Cara penyajiannya yang unik berasal dari Jawa atau masyarakat Betawi keturunan Jawa. Nasi tumpeng diletakkan di atas tampah yang telah dialasi daun pisang, lalu diberi berbagai macam lauk di sekelilingnya. Beragam hiasan dari timun, wortel, tomat, atau cabai semakin mempercantik tampilannya.

Bentuk kerucut nasi tumpeng ada filosofinya. Tumpeng telah ada sejak zaman dahulu, sejak masyarakat Indonesia, khususnya di pulau Jawa, memuliakan gunung sebagai tempat tinggal arwah nenek moyang dan dewa-dewa. Nasi tumpeng dibuat dengan bentuk kerucut untuk meniru gunung yang suci. Mereka membuat tumpeng saat perayaan sebagai wujud rasa terimakasih kepada Tuhan karena panen yang melimpah atau berkah lainnya.

Saat kenduri, syukuran, atau slametan, ada peraturan tak tertulis dimana pucuk tumpeng harus dipotong dan diberikan kepada orang yang paling penting, paling dituakan, atau paling dimuliakan di antara semua orang yang hadir. Hal ini adalah sebagai bentuk rasa hormat pada orang tersebut. Setelah itu, barulah yang lain dapat bersama-sama menikmati hidangan tumpeng. Dengan tradisi seperti itu, selain merayakan rasa syukur, tumpeng juga meningkatkan kebersamaan dan kerukunan.

Salah satu perayaan yang melibatkan tumpeng adalah di Yogyakarta saat peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus. Acara tumpengan bertujuan untuk mendoakan keselamatan negara. Sementara itu, di kota-kota lain, terutama di Jawa Tengah, perayaan Hari Proklamasi banyak dilakukan dengan mengadakan lomba menghias tumpeng.

Untuk lauk pauknya, tidak ada aturan yang baku. Namun, tumpeng tradisional biasanya terdiri dari hewan darat (ayam atau sapi), hewan air (ikan lele, bandeng, atau teri), dan sayur mayur (kangkung, bayam, atau kacang panjang). Setiap lauk itu memiliki makna tersendiri. Di luar itu, tumpeng juga biasa disajikan dengan perkedel, abon, tempe, telur, dan serundeng.

Berikut ini beberapa variasi tumpeng berdasarkan jenis perayaannya

  • Tumpeng Rombyong- saat upacara siraman dalam pernikahan adat Jawa
  • Tumpeng Nujuh Bulan-saat kehamilan mencapai 7 bulan
  • Tumpeng Pukur- saat kematian wanita/pria yang masih lajang
  • Tumpeng nasi putih- saat ada acara sakral dalam adat Jawa
  • Tumpeng nasi uduk- saat peringatan Maulud Nabi.
  • Tumpeng nasi kuning- saat acara-acara gembira seperti kelahiran, pernikahan, tunangan, ulang tahun, dan sebagainya

Tumpeng Nujuh Bulan terdiri atas satu kerucut utama dan 6 kerucut kecil

Referensi: Tumpeng, Yayat Suratmo, Sedap Sekejap

N/A
0 0
Based on 1 Reviews
Share
More
  • 05 August 2010 @ 04:52 pm
  • Report
Attention! E-mail address is required

Please Leave a Tip

Captcha Code Please type in the text on the image. Can't read it? Refresh
Subscribe? Get reply updates via e-mail
Sort: Latest Oldest

1 Comment

Baking Some Results... (Please be patient!)