Set Location

Set your (destination) location, for better site experience. Use My Current Location

Popular Locations
Random Submit
[Set Your Location] / Home / Articles / Solusi Gorengan Rendah Lemak
Goorme is Location-Friendly! You may change your location and the results will be adjusted. It's helpful for travelers, or in planning your next culinary trip.
Baking Some Results... (Please be patient!)

Create Your Taste Profile and Get Personal Culinary Recommendations!

Goorme is a smart online application for food lovers, which is able to recommend you new food to try that matches your Taste Profile.

Please rate...
Please rate...

Solusi Gorengan Rendah Lemak

Jika Anda sedang berdiet, Anda pasti akan berusaha mengurangi konsumsi makanan berminyak, seperti gorengan bukan? Para peniliti menemukan bahan minyak goreng yang rendah lemak dan bergizi. Apa itu? Minyak Bekatul jawabnya.

Minyak ini terbuat dari ekstrak bekatul padi. Penelitian menemukan bahwa minyak ini mengandung kadar lemak jenuh lebih kecil dibandingkan minyak biasa, yaitu 47 persen lemak tidak jenuh tunggal, 33 persen lemak tidak jenuh ganda, dan 20 persen lemak jenuh. Bekatul adalah bagian paling dalam dari padi (kulit ari) dan sebagian kecil endosprema berpati. Pada penggilingan padi, bekatul didapat setelah penyosohan kedua. Peneliti juga menemukan bahwa di dalam bekatul mengandung vitamin B15, vitamin E dan kandungan anti oksidan (gamma oryzanol).

Para peneliti makanan mulai menyarankan penggunaan minyak bekatul sebagai bahan minyak goreng yang rendah lemak. Selain itu, minyak bekatul juga memiliki titik asap paling tinggi jika dibandingkan dengan minyak zaitun, minyak kanola dan minyak kelapa sawit, yaitu 254 derajat celcius. Minyak goreng dengan titik asap yang tinggi tidak akan mengubah lemak baik menjadi lemak jenuh. Perubahan lemak inilah yang merupakan kontribusi terbesar bagi timbulnya kolesterol. Karena tidak mengubah lemak baik menjadi lemak jenuh, masakan dengan minyak goreng bekatul juga tidak berminyak di lidah.

Bagaimana mengenai rasa? Minyak bekatul memiliki rasa yang hampir sama dengan minyak goreng biasa. Nah, uniknya jika minyak goreng biasa mudah berubah warna menjadi coklat setelah penggorengan pertama, minyak bekatul baru berubah warna menjadi sedikit coklat setelah tiga kali penggorengan. Ini menandakan kandungan minyak jenuhnya sedikit.

Apakah Anda menyuukai gorengan, namun takut dengan lemak jenuh? Coba gunakan minyak bekatul sebagai solusi untuk menjawab kesukaan Anda, tanpa harus takut bahayanya...

Sumber: Kompas female

N/A
0 0
Based on 0 Reviews
Share
More
  • 11 October 2011 @ 02:50 pm
  • Report
Attention! E-mail address is required

Please Leave a Tip

Captcha Code Please type in the text on the image. Can't read it? Refresh
Subscribe? Get reply updates via e-mail

Be The First to Leave a Tip!

Please share what you know about this item. One short paragraph would be fine

Baking Some Results... (Please be patient!)