Set Location

Set your (destination) location, for better site experience. Use My Current Location

Popular Locations
Random Submit
[Set Your Location] / Home / Articles / Tradisi Indonesia Menjelang Puasa
Goorme is Location-Friendly! You may change your location and the results will be adjusted. It's helpful for travelers, or in planning your next culinary trip.
Baking Some Results... (Please be patient!)

Create Your Taste Profile and Get Personal Culinary Recommendations!

Goorme is a smart online application for food lovers, which is able to recommend you new food to try that matches your Taste Profile.

Please rate...
Please rate...

Tradisi Indonesia Menjelang Puasa

Beberapa daerah di Indonesia ternyata punya tradisi unik loh, untuk menyambut puasa. Apa saja? Simak yuk.

Meugang
Tradisi Meugang berasal dari Aceh. Menjelang bulan Ramadhan, mereka patungan untuk membeli kerbau, menyembelihnya, lalu memakannya bersama-sama. Orang yang lebih mampu secara finansial biasanya juga memberikan sumbangan agar masyarakat yang kurang mampu dapat ikut serta menikmati tradisi ini.

Balimau


Balimau merupakan tradisi menyambut Ramadhan yang berasal dari Sumatera Barat. Dalam bahasa Minangkabau, balimau berarti mandi disertai keramas. Hal itu merupakan lambang pembersihan diri sebelum puasa dimulai. Acara balimau ini juga dilakukan secara beramai-ramai di sungai, danau, atau kolam.

Ngelop
Di kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, ada tradisi Ngelop. Ngelop yaitu kegiatan mandi di laut beramai-ramai dengan niat menyucikan diri sebelum melakukan puasa Ramadhan. Ngelop biasanya di lakukan di Pantai Ketang Kalianda pada sore hari hingga maghrib, bertepatan dengan pergantian tanggal memasuki Ramadhan.

Dugderan


Di Semarang, ada tradisi dugderan yang berbentuk festival dan pasar malam. Dugderan biasanya dilakukan satu minggu sebelum puasa. Banyak barang yang dijual para pedagang. Mulai dari mainan hingga pakaian. Ada pula hiburan seperti komidi putar.
Konon, dugderan berasal dari gabungan kata “dug” (suara bedug) dan “der” (suara meriam). Kedua benda ini dahulu dipakai untuk menandakan datangnya bulan suci Ramadhan.

Makan Kue Apem
Masyarakat Surabaya lazim mengonsumsi kue apem saat bulan puasa datang. Diduga, nama apem berasal dari bahasa Arab “Afwan” yang artinya maaf. Karena itu, secara simbolis apem diartikan meminta maaf kepada keluarga, teman, dan sanak saudara. Acara memakan kue apem bersama-sama dilanjutkan dengan bersalam-salaman dan tahlilan.

Perlon Unggahan
Di Banyumas, menjelang bulan Ramadhan mereka mengadakan Perlon Unggahan, yang merupakan acara makan besar. Banyak makanan yang disajikan, namun yang pasti ada adalah nasi bungkus, serundeng sapi, dan sayur becek. Serundeng sapi dan sayur becek harus disiapkan oleh 12 laki-laki, karena banyaknya kambing dan sapi yang disembelih.
Selain tradisi-tradisi di atas, ada beberapa tradisi lain seperti ziarah makam, hingga khataman Quran. Wah, ternyata banyak ya, cara orang menyambut Ramadhan


Referensi: Tassia S, Anto48

Foto: Feri L, Swaberita

N/A
0 0
Based on 0 Reviews
Share
More
  • 12 August 2010 @ 04:57 pm
  • Report
Attention! E-mail address is required

Please Leave a Tip

Captcha Code Please type in the text on the image. Can't read it? Refresh
Subscribe? Get reply updates via e-mail

Be The First to Leave a Tip!

Please share what you know about this item. One short paragraph would be fine

Baking Some Results... (Please be patient!)