Set Location

Set your (destination) location, for better site experience. Use My Current Location

Popular Locations
Random Submit
[Set Your Location] / Home / Articles / Tradisi Orang Maroko Saat Ramadhan
Goorme is Location-Friendly! You may change your location and the results will be adjusted. It's helpful for travelers, or in planning your next culinary trip.
Baking Some Results... (Please be patient!)

Create Your Taste Profile and Get Personal Culinary Recommendations!

Goorme is a smart online application for food lovers, which is able to recommend you new food to try that matches your Taste Profile.

Please rate...
Please rate...

Tradisi Orang Maroko Saat Ramadhan

Maroko merupakan salah satu negara Islam yang terletak di wilayah Afrika Utara. Mereka memiliki tradisi yang cukup unik saat bulan Ramadhan, salah satunya adanya sesi makan malam yang dilakukan di antara waktu berbuka dan sahur.

Tahap Pertama: Membatalkan Puasa

Masyarakat muslim Maroko membatalkan puasa dengan menu yang sederhana. Begitu adzab maghrib berkumandang, mereka memakan beberapa butir kurma dan minum beberapa teguk air. Setelah itu, mereka segera ke masjid untuk beribadah salat maghrib.

Tahap Kedua: Makan Yang Dianggap Berbuka Puasa

Setelah salat maghrib, mereka kemudian pulang ke rumah untuk berbuka “sungguhan”. Orang Maroko selalu makan bersama keluarga. Mereka tidak mengenal konsep “buka puasa bersama (teman-teman atau rekan kerja)” seperti yang lazim dilakukan di Indonesia.

Menu berbuka orang Maroko antara lain:

  • Subaikiyahc, berupa manisan yang terbuat dari tepung dan gula. Rasanya sangat manis.
  • Roti kering, ditemani mentega atau madu
  • Malwe. Makanan ini terbuat dari terigu dan bentuknya mirip martabak di Indonesia. Malwe biasa disajikan dengan telur rebus.
  • Harira. Sop ini adalah menu wajib yang terdiri dari kacang buncis, bawang, tomat, telur, rempah-rempah, dan terkadang ditambah daging domba.
  • Daun na’na, juice buah, khalib (susu), hingga kopi susu.

Sop Harira

Tahap Ketiga: Makan Malam Ramadhan

Tarawih di Maroko ada dua putaran. Putaran pertama 10 rakaat setelah salat Isya, sementara putaran kedua satu jam menjelang adzan subuh.

Setelah salat tarawih putaran pertama, sekitar pukul 22.00-23.30, mereka kembali makan bersama. Menunya cukup berat seperti menu makan malam atau makan siang. Saat “makan malam” ini, menu yang disajikan antara lain:

  • Salad
  • Tajine, makanan yang terbuat dari daging sapi atau ayam. Tajine disajikan dengan roti kering makanan pokok Maroko.
  • Teh, dicampur daun na’na yang memiliki rasa menthol.

Tajine, dimasak dengan wadah khusus dengan tutup berbentuk kerucut

Tahap Keempat: Sahur

Sahur dilakukan sekitar pukul 03.00, sebelum melakukan tarawih putaran kedua. Karena banyaknya makanan yang telah dikonsumsi sebelumnya, membuat mereka tidak makan berat ketika sahur. Bahkan, banyak yang melewatkan sahur karena masih kenyang.

Namun, karena sahur adalah ibadah sunnah, ada yang tetap sahur dengan meminum beberapa gelas susu, air putih, dan makanan ringan.

Wah, unik ya!

 

 

Referensi : Nasrulloh Afandi, Morocco
Foto: ecurry, abstract gourmet

N/A
0 0
Based on 1 Reviews
Share
More
  • 19 August 2010 @ 04:59 pm
  • Report
Attention! E-mail address is required

Please Leave a Tip

Captcha Code Please type in the text on the image. Can't read it? Refresh
Subscribe? Get reply updates via e-mail
Sort: Latest Oldest

1 Comment

Baking Some Results... (Please be patient!)