Set your (destination) location, for better site experience. Use My Current Location
Baking Some Results...
Goorme is a smart online application for food lovers, which is able to recommend you new food to try that matches your Taste Profile.
Maroko merupakan salah satu negara Islam yang terletak di wilayah Afrika Utara. Mereka memiliki tradisi yang cukup unik saat bulan Ramadhan, salah satunya adanya sesi makan malam yang dilakukan di antara waktu berbuka dan sahur.
Tahap Pertama: Membatalkan Puasa
Masyarakat muslim Maroko membatalkan puasa dengan menu yang sederhana. Begitu adzab maghrib berkumandang, mereka memakan beberapa butir kurma dan minum beberapa teguk air. Setelah itu, mereka segera ke masjid untuk beribadah salat maghrib.
Tahap Kedua: Makan Yang Dianggap Berbuka Puasa
Setelah salat maghrib, mereka kemudian pulang ke rumah untuk berbuka “sungguhan”. Orang Maroko selalu makan bersama keluarga. Mereka tidak mengenal konsep “buka puasa bersama (teman-teman atau rekan kerja)” seperti yang lazim dilakukan di Indonesia.
Menu berbuka orang Maroko antara lain:

Sop Harira
Tahap Ketiga: Makan Malam Ramadhan
Tarawih di Maroko ada dua putaran. Putaran pertama 10 rakaat setelah salat Isya, sementara putaran kedua satu jam menjelang adzan subuh.
Setelah salat tarawih putaran pertama, sekitar pukul 22.00-23.30, mereka kembali makan bersama. Menunya cukup berat seperti menu makan malam atau makan siang. Saat “makan malam” ini, menu yang disajikan antara lain:

Tajine, dimasak dengan wadah khusus dengan tutup berbentuk kerucut
Tahap Keempat: Sahur
Sahur dilakukan sekitar pukul 03.00, sebelum melakukan tarawih putaran kedua. Karena banyaknya makanan yang telah dikonsumsi sebelumnya, membuat mereka tidak makan berat ketika sahur. Bahkan, banyak yang melewatkan sahur karena masih kenyang.
Namun, karena sahur adalah ibadah sunnah, ada yang tetap sahur dengan meminum beberapa gelas susu, air putih, dan makanan ringan.
Wah, unik ya!
Referensi : Nasrulloh Afandi, Morocco
Foto: ecurry, abstract gourmet
Baking Some Results...